Blog ini bertujuan sebagai pusat tutorial seputar bidang IT diantaranya adalah pemrograman, desain grafis, video editing, animasi juga tips trik Windows dengan tujuan berbagi ilmu dan pengalaman penulis.

Cara Mudah Membuat Bootable Flashdisk Dengan Diskpart

Pengetahuan mengenai cara membuat bootable flashdisk tentunya harus dimiliki oleh setiap teknisi komputer apabila suatu saat harus menginstall ulang komputer. Dengan memiliki installer sistem operasi yang siap di-install kapan saja dalam bentuk flashdisk, memiliki banyak keuntungannya selain ringkas dan portabel, juga sebagai persiapan apabila komputer yang hendak di-install adalah laptop yang tidak memiliki CD-Drive.
Di artikel kali ini saya akan membahasnya dengan menggunakan program bawaan Windows sendiri, yaitu Diskpart.


Diskpart adalah utility Windows yang berfungsi sebagai pengelola hardisk. Seperti pengaturan partisi, mengubah letter (huruf) suatu partisi (misalnya partisi D, dirubah jadi Z), dll. Mirip seperti Computer Management (klik kanan This PC > Manage).
Hanya saja Diskpart menggunakan baris perintah untuk pengoperasiannya, sedangkan pada Computer Management, Anda hanya tinggal klik tombol menu yang sudah tersedia. Kelebihan dari diskpart, tentu saja yang akan menjadi pembahasan kali ini yaitu kemampuannya untuk membuat bootable flashdisk.

Diskpart bisa Anda jalankan dengan double click di pathC:\Windows\System32 atau yang termudah tinggal dipanggil saja dari menu Run (tekan tombol Windows + R, ketik diskpart).
Menu run
Mengetikkan Diskpart pada Menu Run

Tampilan Diskpart

A. Cara Membuat Bootable Flashdisk.

Jika Anda sudah membuka diskpart, tinggal colokkan flashdisk yang ingin dijadikan bootable. Saran saya, jika untuk menginstal sistem operasi, gunakan flashdisk yang minimal memiliki kapasitas 8 Gb. Kemudian setelah flashdisk terbaca:
  1. Ketikkan perintah list disk pada diskpart.
    List Disk

    Pada contoh, terlihat ada 2 disk yang terdeteksi. Yaitu hardisk komputer (disk 0) dan flashdisk 8Gb (disk 1).
  2. Ketikkan perintah select disk 1 (nb: harap diteliti nama disk-nya dulu agar menghindari kesalahan memilih)
  3. Ketik lagi clean. Gunanya untuk menghapus semua informasi dalam disk.
  4. Setelah itu, ketik create partition primary. Perintah ini akan membuat partisi baru.
  5. Ketikkan active untuk menandakan partisi yang dipilih sudah aktif.
  6. Setelah itu tinggal Anda format. Perintahnya adalah format fs= ntfs label= W10 quick.
    Format Flashdisk

    Keterangan:
    • FS adalah File System. Jika flashdisk dimaksudkan untuk menginstall ulang sistem operasi, gunakan NTFS.
    • Label adalah penamaan pada flashdisk. Sifatnya optional. Boleh diketikkan, boleh juga tidak.
    • Perintah Quick agar mem-format dalam modus cepat.
Kalau sudah muncul pesan sukses, flashdisk Anda berarti sudah siap dipakai. Ketikan exit untuk menutup jendela Diskpart atau dengan click simbol silang di jendela atas.

B. Memindahkan Data Installer OS ke Flashdisk.
Setelah selesai dengan Diskpart, jangan dulu cabut flahsdisknya. Biasanya installer OS, terkompress dalam file format iso yang bisa Anda extract keluar semua dengan aplikasi Winrar.
Jika sudah, tinggal Anda copy paste ke flashdisk semua file installer yang sudah ter-extract.
Mudah kan?. Sekedar sharing, saya sendiri jika ingin memformat flashdisk walaupun bukan untuk dimasukkan installer OS, selalu menggunakan baris perintah Dispart. Maksudnya agar tidak lupa saja (padahal justru lebih lama prosesnya :)). Ok. Semoga artikel ini bisa membantu dan menambah wawasan kita bersama.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama